Saatnya Mengenalkan Cashless Society Pada Pelajar

cashless society

Saatnya mengenalkan cashless society pada pelajar -Sebuah gerakan revolusi kultural berbasis teknologi sedang sangat digencarkan di Indonesia. Gerakan nasional Non Tunai diharapkan mampu menghasilga sebuah generasi cashless society. Generasi yang meninggalkan transaksi menggunakan lembaran-lembaran rupiah dan beralih kepada konversi angka digital. Revolusi yang sedang digalakkan ini memberikan tawaran kemudahan, efisensi, efektifitas secara waktu dan tenaga melalui teknologi.
Pelajar yang sekarang masih duduk di bangku sekolah, pada saat tepat 100 tahun Indonesia merdeka merekalah yang akan menempati pucuk pimpinan negeri ini. Seandainya hari ini kita sudah mengenalkan kepada mereka tentang pemanfaatan transaksi non tunai, bukannya tidak mungkin generasi cashless society menjadi hadiah besar untuk seabad kemerdekaan Indonesia. Mereka adalah harapan kita agar mimpi-mimpi jangka panjang tentang Indonesia dapat terwujud, salah satunyaadalah sebuah masyarakat yang terbiasa menggunkan transaksi non tunai.
Pengenalan penggunaan transaksi melalui non tunai ini dapat dimulai dengan memberikan kartu pelajar yang sekaligus berfungsi sebagai kartu prabayar. Segala keperluan sekolah dapat dibayarkan dengan menggunakan kartu tersebut. Bank Indonesia telah menggagas kartu pelajar model tersebut. Sekolah-sekolah diharuskan bekerjasama dengan Bank pemerintah agar kartu pelajar tidak hanya berfungsi sebagai tanda pengenal saja, tetapi juga dapat berfungsi sebagai “e-money” di dalam sekolah. Misalnya pembayaran LKS dengan menggunakan kartu pelajar atau bahkan membayar makanan di kantin juga dilakukan secara non tunai.
Barangkali pemerintah perlu membuat percontohan sekolah sebagai pilot project cashless society. Sekolah dimana segala transaksi di dalamnya menggunakan non tunai. Mulai dari penggunaan dana bos dan pembayaran yang dilakukan oleh pelajar. Hal ini apabila diterapkan dapat mengurangi indikasi pungli yang dilakukan oleh pihak sekolah. Atau bahkan korupsi atas dana yang dimilki. Segala kebutuhan kegiatan yang akan dilakukan oleh OSIS misalnya.
Besar harapan kita terhadapa anak-anak Indonesia yang masih duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat untuk mewujudkan generasi cashless society. Memperkenalkan mereka sejak dini tentang transaksi non tunai akan menjadi bagian dari revolusi kultural untuk masyarakat di Indonesia. Perlu diingat kembali merekalah seratus persen wajah Indonesia di masa depan.

(Visited 88 times, 1 visits today)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*